Aku tahu rizkiku tak mungkin diambil orang lain. Karenanya hatiku tenang.
Aku tahu amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain. Maka aku sibukkan diriku untuk beramal.
Aku tahu Allah selalu melihatku. Karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat.
Aku tahu kematian menantiku. Maka kupersiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku.
Tuesday, July 20, 2010
Saturday, July 17, 2010
Tuhan dan Semut Nakal
Tuhan,
Semut itu mulai nakal,
Menggerogoti daging-dagingku yang lapar
Tak ada pembagian bagi mereka
Tak ada yang bisa kubanggakan dari mereka
Semut-semut itu makin liar
Makin lapar melebihi laparku
Tuhan,
Mengapa aku begitu ketakutan hanya
Karena sepotong roti itu mereka keroyok
Mereka pikir mereka bisa menghabiskannya?
Tidak, aku entah kenapa tak akan membiarkan mereka
Kenyang,
Mungkin karena mereka hanya semut
Semut yang bisa kulibas kapan saja
Semut yang bisa kulindas semauku
Semut yang…
Tapi, kenapa aku merasa begini
Bukankah itu hanya sepotong roti sisaku semalam?
Bukankah mereka juga punya perut yang lapar?!
Tuhan,
Ternyata aku yang nakal.
Bunga Pustaka, 2009
Semut itu mulai nakal,
Menggerogoti daging-dagingku yang lapar
Tak ada pembagian bagi mereka
Tak ada yang bisa kubanggakan dari mereka
Semut-semut itu makin liar
Makin lapar melebihi laparku
Tuhan,
Mengapa aku begitu ketakutan hanya
Karena sepotong roti itu mereka keroyok
Mereka pikir mereka bisa menghabiskannya?
Tidak, aku entah kenapa tak akan membiarkan mereka
Kenyang,
Mungkin karena mereka hanya semut
Semut yang bisa kulibas kapan saja
Semut yang bisa kulindas semauku
Semut yang…
Tapi, kenapa aku merasa begini
Bukankah itu hanya sepotong roti sisaku semalam?
Bukankah mereka juga punya perut yang lapar?!
Tuhan,
Ternyata aku yang nakal.
Bunga Pustaka, 2009
Thursday, January 28, 2010
Bila Kutitipkan
Bila kutitipkan dukaku pada langit
Pastilah langit memanggil mendung
Bila kutitipkan resahku pada angin
Pastilah angin menyeru badai
Bila kutitipkan geramku pada laut
Pastilah laut menggiring gelombang
Bila kutitipkan dendamku pada gunung
Paslilah gunung meluapkan api. Tapi
Kan kusimpan sendiri mendung dukaku
Dalam langit dadaku
Kusimpan sendiri badai resahku
Dalam angin desahku
Kusimpan sendiri gelombang geramku
Dalam laut fahamku.
Ku simpan sendiri
oleh mustofa bisri,2006
Pastilah langit memanggil mendung
Bila kutitipkan resahku pada angin
Pastilah angin menyeru badai
Bila kutitipkan geramku pada laut
Pastilah laut menggiring gelombang
Bila kutitipkan dendamku pada gunung
Paslilah gunung meluapkan api. Tapi
Kan kusimpan sendiri mendung dukaku
Dalam langit dadaku
Kusimpan sendiri badai resahku
Dalam angin desahku
Kusimpan sendiri gelombang geramku
Dalam laut fahamku.
Ku simpan sendiri
oleh mustofa bisri,2006
Monday, January 18, 2010
Secangkir Teh
Hari ini kau tak seperti biasa
Bukan meminta kopi tanpa gula
Hanya secangkir teh manis
ah.....
Rupanya bersamaku
sudah tak cukup manis bagimu..
Bukan meminta kopi tanpa gula
Hanya secangkir teh manis
ah.....
Rupanya bersamaku
sudah tak cukup manis bagimu..
Secangkir KOpi Pahit
Hadirkan secangkir kopi pada tetamuku
alaah..dua senduk saja kopinya
Cukup
Tak usah pakai gula
Sekarang hirup
Pahit memang,
Tapi manis juga memang
Kopi tanpa gula = manis
Itu jika aku minum bersamamu..
di petik dr himpunan : Nisa Ayu Amalia
alaah..dua senduk saja kopinya
Cukup
Tak usah pakai gula
Sekarang hirup
Pahit memang,
Tapi manis juga memang
Kopi tanpa gula = manis
Itu jika aku minum bersamamu..
di petik dr himpunan : Nisa Ayu Amalia
Friday, November 13, 2009
Terima kasih Ibu..
Pesona Potretmu
Artis : Ada Band
Album: Harmonius
Letih terlihat di wajah yang tua itu
Tertidur pulas dalam alunan gelap malam
Di balik senyummu teduhkanku
Terbayang potret kala engkau masih muda
Ajarkan sebuah kata cinta dalam hidup
Kekuatan kasihmu nyata pulihkan jiwaku yang kadang goyah
Pesonamu masih jelas kurasa hingga kini menemani hingga ku dewasa
Derai air mata dan pengorbananmu tak kan tergantikan
Terima kasih Ibu
Waktu cepat bergulir sisakan banyak kisah
Dia yang kaucinta telah lama meninggalkan
Dirimu sendiri namun tetap kau berdiri tegar pada dunia
Artis : Ada Band
Album: Harmonius
Letih terlihat di wajah yang tua itu
Tertidur pulas dalam alunan gelap malam
Di balik senyummu teduhkanku
Terbayang potret kala engkau masih muda
Ajarkan sebuah kata cinta dalam hidup
Kekuatan kasihmu nyata pulihkan jiwaku yang kadang goyah
Pesonamu masih jelas kurasa hingga kini menemani hingga ku dewasa
Derai air mata dan pengorbananmu tak kan tergantikan
Terima kasih Ibu
Waktu cepat bergulir sisakan banyak kisah
Dia yang kaucinta telah lama meninggalkan
Dirimu sendiri namun tetap kau berdiri tegar pada dunia
Thursday, September 3, 2009
Hidup ku
hidupku adalah pencarian sesuatu yang pernah kumiliki namun kini hilang,
hidupku adalah berdiri di persimpangan, di mana setiap jalan yang tersedia terlihat sebagai sebuah ketidakpastian untuk sampai di tempat tujuan,
hidupku adalah sebuah pendakian, yang selalu kutemui jalan-jalan terjal berbatu berliku dengan jurang-jurang menganga teramat dalam di kanan-kiriku, dan mesti kuberanikan diri untuk dapat menggapai puncak,
hidupku adalah berdiri di persimpangan, di mana setiap jalan yang tersedia terlihat sebagai sebuah ketidakpastian untuk sampai di tempat tujuan,
hidupku adalah sebuah pendakian, yang selalu kutemui jalan-jalan terjal berbatu berliku dengan jurang-jurang menganga teramat dalam di kanan-kiriku, dan mesti kuberanikan diri untuk dapat menggapai puncak,
Subscribe to:
Posts (Atom)